Jun 3, 2016

Jadikan Orangtuamu Seperti Raja, Maka Rejekimu Akan Seperti Raja

doa untuk orang tua | beritabroadcastDi Jepang dulu pernah ada tradisi membuang orang yang sudah tua ke hutan. Mereka yang dibuang adalah orang tua yang sudah tidak berdaya sehingga htidak memberatkan kehidupan anak-anaknya.


Pada suatu hari ada seorang pemuda yang berniat membuang ibunya ke hutan, karena si Ibu telah lumpuh dan agak pikun.


Si pemuda tampak bergegas menyusuri hutan sambil menggendong ibunya. Si Ibu yang kelihatan tak berdaya berusaha menggapai setiap ranting pohon yang bisa diraihnya lalu mematahkannya dan menaburkannya di sepanjang jalan yang mereka lalui.


Sesampai di dalam hutan yang sangat lebat, si anak menurunkan Ibu tersebut dan mengucapkan kata perpisahan sambil berusaha menahan sedih karena ternyata dia tidak menyangka tega melakukan perbuatan ini terhadap Ibunya.


Justru si Ibu yang tampak tegar, dalam senyumnya dia berkata: “Anakku, Ibu sangat menyayangimu. Sejak kau kecil sampai dewasa Ibu selalu merawatmu dengan segenap cintaku. Bahkan sampai hari ini rasa sayangku tidak berkurang sedikitpun. Tadi Ibu sudah menandai sepanjang jalan yang kita lalui dengan ranting-ranting kayu. Ibu takut kau tersesat, ikutilah tanda itu agar kau selamat sampai dirumah”


Setelah mendengar kata-kata tersebut, si anak menangis dengan sangat keras, kemudian langsung memeluk ibunya dan kembali menggendongnya untuk membawa si Ibu pulang ke rumah.


Pemuda tersebut akhirnya merawat Ibu yang sangat mengasihinya sampai Ibunya meninggal.


‘Orang tua’ bukan barang rongsokan yang bisa dibuang atau diabaikan setelah terlihat tidak berdaya. Karena pada saat engkau sukses atau saat engkau dalam keadaan susah, hanya ‘orang tua’ yang mengerti kita dan batinnya akan menderita kalau kita susah. ‘Orang tua’ kita tidak pernah meninggalkan kita, bagaimanapun keadaan kita, walaupun kita pernah kurang ajar kepada orang tua. Namun Bapak dan Ibu kita akan tetap mengasihi kita.


Mari kita merenungkan, apa yang telah kita berikan untuk orang tua kita, nilai berapapun itu pasti dan pasti tidak akan sebanding dengan pengorbanan ayah ibu kita.


Muliakan ia selagi masih hidup, dan doakan jika telah tiada.


Ketika ditanya rahasia suksesnya menjadi Pengusaha, jawabnya singkat: “Jadikan orang tuamu Raja, maka rezekimu seperti Raja”.


Pengusaha yang kini tinggal di Cikarang ini pun bercerita bahwa orang hebat dan sukses yang ia kenal semuanya memperlakukan orang tuanya seperti Raja.


Mereka menghormati, memuliakan, melayani dan memprioritaskan orang tuanya.

Lelaki asal Banyuwangi ini bertutur, “Jangan perlakukan Orang tua seperti Pembantu”.


Orang tua sudah melahirkan dan membesarkan kita, lha kok masih tega-teganya kita minta harta ke mereka, pada hal kita sudah dewasa.


Atau orang tua diminta merawat anak kita sementara kita sibuk bekerja.


Bila ini yang terjadi maka rezeki orang itu adalah rezeki pembantu, karena ia memperlakukan orang tuanya seperti pembantu.


Walau suami/istri bekerja, rezekinya tetap kurang bahkan nombok setiap bulannya.


Menurut sebuah lembaga survey yang mengambil sampel pada 700 keluarga di Jepang, anak-anak yang sukses adalah : mereka yang memperlakukan dan melayani orang tuanya seperti seorang Kaisar.


Dan anak-anak yang sengsara hidupnya adalah mereka yang sibuk dengan urusan dirinya sendiri dan kurang perduli pada orang tuanya.


Tapi juga JANGAN mendekati orang tua hanya untuk mendapatkan hartanya.


Mari terus berusaha keras agar kita bisa memperlakukan orang tua seperti raja. Buktikan dan jangan hanya ada di angan-angan.


Beruntunglah bagi yang masih memiliki orang tua, masih BELUM TERLAMBAT untuk berbakti. Sebelum mereka kembali keharibaan Allah.


UANG bisa dicari, ilmu bisa di gali, tapi kesempatan untuk mengasihi orang tua kita takkan terulang kembali.



Jadikan Orangtuamu Seperti Raja, Maka Rejekimu Akan Seperti Raja

Jun 2, 2016

Caknun: Pilih Kutang Atau Isinya?

Emha Ainun NadjibHidup akan sangat melelahkan


Sia-sia & menjemukan bila Anda hanya menguras pikiran untuk mengurus BUNGKUS-nya saja dan mengabaikan ISI-nya. Maka, bedakanlah apa itu “BUNGKUS”-nya & apa itu “ISI”-nya.


“Rumah yg indah” hanya bungkusnya,

“Keluarga bahagia” itu isinya.


“Pesta pernikahan” hanya bungkusnya,

“Cinta kasih, Pengertian, & Tanggung jawab” itu isinya.


“Ranjang mewah” hanya bungkusnya,

“Tidur nyenyak” itu isinya.


“Kekayaan” itu hanya bungkusnya,

“Hati yang gembira” itu isinya.


“Makan enak” hanya bungkusnya,

“Gizi, energi, dan sehat” itu isinya.


“Kecantikan dan Ketampanan” hanya bungkusnya,

“Kepribadian dan Hati” itu isinya.


“Bicara” itu hanya bungkusnya,

“Kenyataan” itu isinya.


“Buku” hanya bungkusnya,

“Pengetahuan” itu isinya.


“Jabatan” hanya bungkusnya,

“Pengabdian dan pelayanan” itu isinya.


“Pergi ke tempat ibadah” itu bungkusnya,

“Melakukan Ajaran Agama” itu isinya.


“Kharisma” hanya bungkusnya,

“Karakter” itu isinya.


Utamakanlah isi-nya, namun rawatlah bungkus-nya.

Selamat beraktivitas hari ini, “rejeki” itu hanya bungkusnya, “keberkahan” itu isinya.


Salam NKRI Raya!



Caknun: Pilih Kutang Atau Isinya?

Jun 1, 2016

Awas! Ada Pencuri di Bulan Ramadan

keutamaan ramadhan | berita broadcastTV. Ini merupakan pencuri yang berbahaya, yang bisa merusak puasa orang orang dan mengurangi pahala, seperti film sinetron dan iklan murahan.


Pasar. Ini juga merupakan pencuri spesial dalam menghabiskan uang dan waktu tanpa batas. Oleh karena itu tentukan belanjaanmu begitu pergi ke pasar.


Begadang. Pencuri yang mengambil waktu yang palimg berharga. Pencuri yang mengambil sholat tahajud dari seoramg hamba di sepertiga malam terakhir, dan mencuri kesempatan untuk istighfar serta taubat.


Dapur. Pencuri yang banyak mengambil waktu yang panjang untuk membuat beragam jenis masakan, berupa makanan dan minuman. Hampir-hampir semuanya tidaklah lewat di mulut, kecuali sejenak saja.


Handphone. Sebagian orang hanya sekedar menjawab panggilan masuk. Bisa diserang dengan dosa berupa ghibah, namimah, dusta, memuji diri atau orang lain, membeberkan rahasai, berdebat tanpa ilmu, ikut campur urusan orang, dan sebagainya dari kesalahan-kesalaham mulut yang banyak yang juga merupakan majlis yang kosong dari dzikir.


Kikir. Sedekah akan melindungimu dari neraka, dan sebaik-baik sedekah adalah di bulan Ramadhon; maka bersedekahlah secara terang-terangan atau sembunyi-sembunyi.


Majelis yang kosong dari mengingat Allah. Pencuri ini adalah yang mempersiapkan bagimu penyesalan di hari kiamat. Nabi shallaalhu alaihi wa sallam bersabda: “Tidaklah suatu kaum bermajelis, tidak mengingat Allah dan tidak juga bersholawat kepada Nabi mereka kecuali mereka meninggalkan penyesalan. Bila Allah mau maka Allah akan menyiksa mereka, kalau hendah Allah mengampuninya.”


Adapun pencuri besar adalah FACEBOOK atau WHATSAPP apabila tidak digunakan dengan benar dalam kebaikan dalam menyambut tamu yang berharga ini (Ramadhon)

Aku wasiatkan diriku dan kelalaian untuk bersiap siap menyambut bulan mulai ini; kalaulah Anda mendapatinya pada tahun ini, maka belum tentu Anda dapatkan pada tahun yg akan datang.


Ust. Zainal Abidin, L.C.



Awas! Ada Pencuri di Bulan Ramadan

Sobek Buku dan Teriak di Lorong, Kebiasaan Unik Siswa SMA di Cina Usai Ujian

Sobek Buku dan Teriak di Lorong, Kebiasaan Unik Siswa SMA di Cina Usai Ujian

Ilustrasi



Biro pendidikan Xiamen, Cina memberlakukan aturan baru terhadap siswa SMA yang baru selesai ujian. Aturan baru itu isinya melarang siswa melakukan kebiasaan merobek buku tulis mereka dan berteriak-teriak di lorong sekolah.


Peraturan yang diterapkan oleh Dinas Pendidikan Xiamen muncul 10 hari sebelum ujian nasional masuk perguruan tinggi (Gakao).


Para siswa di Cina biasa merobek buku mereka dan berteriak keras di lorong sekolah dengan tujuan mengurangi stres sehabis ujian.


Pejabat pendidikan Xiamen mewajibkan sekolah menggunakan cara yang lebih sehat sebagai ganti kebiasaan merobek buku dan berteriak-teriak. Misalnya, dengan menyediakan psikolog untuk membantu siswa mengurangi stres akibat ujian.


Dalam jajak pendapat di situs Cina, Sina, sebanyak 51 persen responden mengatakan mereka tidak mendukung larangan tersebut. Alasannya, buku-buku itu milik siswa. Jadi, terserah mereka apa yang mereka ingin lakukan dengan buku itu.


Siswa juga tidak mungkin merobek buku teks mereka sebelum ujian. Mereka hanya merobek kertas bekas.


Pendapat berbeda mendukung larangan itu. Alasannya, merobek kertas atau buku merupakan pemborosan sumber daya dan menambahkan bahwa buku bisa diberikan kepada teman sekelas lain atau dijual sebagai gantinya.


Ujian masuk perguruan di Cina dikenal sangat ketat dengan tingkat kesulitan yang sangat tinggi. Jack Ma, pendiri perusahan raksasa jual-beli online Cina, Alibaba, harus tiga kali mengikuti ujian untuk masuk ke universitas.


Ujian masuk perguruan tinggi juga telah dikritik karena mengarah ke budaya hafalan, sehingga para pesertanya bekerja keras memeras otak yang ujung-ujung dapat menyebabkan stres berat. Dalam tingkat stres akibat Gakao yang paling ekstrem adalah bunuh diri.



Sobek Buku dan Teriak di Lorong, Kebiasaan Unik Siswa SMA di Cina Usai Ujian
Sobek Buku dan Teriak di Lorong, Kebiasaan Unik Siswa SMA di Cina Usai Ujian

Ilustrasi



Biro pendidikan Xiamen, Cina memberlakukan aturan baru terhadap siswa SMA yang baru selesai ujian. Aturan baru itu isinya melarang siswa melakukan kebiasaan merobek buku tulis mereka dan berteriak-teriak di lorong sekolah.


Peraturan yang diterapkan oleh Dinas Pendidikan Xiamen muncul 10 hari sebelum ujian nasional masuk perguruan tinggi (Gakao).


Para siswa di Cina biasa merobek buku mereka dan berteriak keras di lorong sekolah dengan tujuan mengurangi stres sehabis ujian.


Pejabat pendidikan Xiamen mewajibkan sekolah menggunakan cara yang lebih sehat sebagai ganti kebiasaan merobek buku dan berteriak-teriak. Misalnya, dengan menyediakan psikolog untuk membantu siswa mengurangi stres akibat ujian.


Dalam jajak pendapat di situs Cina, Sina, sebanyak 51 persen responden mengatakan mereka tidak mendukung larangan tersebut. Alasannya, buku-buku itu milik siswa. Jadi, terserah mereka apa yang mereka ingin lakukan dengan buku itu.


Siswa juga tidak mungkin merobek buku teks mereka sebelum ujian. Mereka hanya merobek kertas bekas.


Pendapat berbeda mendukung larangan itu. Alasannya, merobek kertas atau buku merupakan pemborosan sumber daya dan menambahkan bahwa buku bisa diberikan kepada teman sekelas lain atau dijual sebagai gantinya.


Ujian masuk perguruan di Cina dikenal sangat ketat dengan tingkat kesulitan yang sangat tinggi. Jack Ma, pendiri perusahan raksasa jual-beli online Cina, Alibaba, harus tiga kali mengikuti ujian untuk masuk ke universitas.


Ujian masuk perguruan tinggi juga telah dikritik karena mengarah ke budaya hafalan, sehingga para pesertanya bekerja keras memeras otak yang ujung-ujung dapat menyebabkan stres berat. Dalam tingkat stres akibat Gakao yang paling ekstrem adalah bunuh diri.