Anak usia 7 tahun ini mengundang decak kagum karena mengingatkan semua orang di ruang kelasnya tentang arti bersyukur. Penasaran? Yuk baca artikel broadcast berikut ini.
Hari ini, tanggal 17 Maret 2017 adalah salah satu hari yang mengesankan bagiku, bagaimana tidak? Aku diingatkan oleh salah satu anak kelas 1 SD di sekolahku yang usianya masih 7 tahun. Aku adalah orang yang masih sering pilah-pilih makanan tapi dia mengingatkanku akan pentingnya arti bersyukur atas semua nikmat yang sudah Allah SWT berikan.
Jam sudah menunjukan pukul 09.30, artinya kegiatan snack time (makan buah) dimulai. Anak-anak mulai menyiapkan botol minum dan bersiap berbaris untuk antre cuci tangan. Setelah selesai cuci tangan, salah satu anak memimpin teman-teman lainnya untuk berdoa.
“Apakah teman-teman sudah siap berdoa? Jika sudah siap, mari kita berdoa.”
Setelah selesai berdoa, salah satu anak memberikan informasi kepada teman-temannya, “Alhamdulillah teman-teman, rezeki kita hari ini adalah buah jambu biji. Buah jambu biji banyak mengandung vitamin C baik untuk kesehatan tubuh.”
Setelah itu satu persatu anak mulai mengambil buah secara estafet. Kenapa harus secara estafet? Karena di sekolah kami, anak-anak diajarkan untuk sabar menunggu giliran.
Anak-anak mengambil seperempat bagian, ada juga yang mengambil seperdelapan bagian, sedangkan aku mengambil separuh bagian. Kebetulan, hari ini kami mendapatkan buah jambu biji yang belum terlalu masak jadi rasanya masih sepat asam. Saat mereka mulai mengigit buahnya, berbagai eksperesi pun muncul, ada yang langsung menyampaikan rasa ketidaksukaannya ada pula yang cukup mengerutkan dahinya karena rasa buah yang sepat. Akupun merasakan hal yang sama, rasanya tidak ingin lagi memakannya.
Kemudian, satu persatu anak menyampaikan bahwa dia sudah tidak mau lagi memakan buahnya karena rasanya tidak enak, tetapi mereka perlu menghabiskan buah yang sudah mereka ambil, karena di sekolah kami anak-anak diajarkan untuk bertanggungjawab atas apa yang sudah mereka ambil itu artinya mereka harus menghabiskannya.
Hampir sebagian besar anak-anak memakan buahnya dengan terpaksa, tetapi perhatianku tiba-tiba tertuju pada salah satu anak perempuan. Dia makan sedikit demi sedikit buahnya tanpa mengeluh. Padahal aku yakin betul, buah yang dia makan rasanya tidak jauh berbeda dengan buah yang anak-anak lainnya makan.
Setelah selesai makan, dia melihat teman-temannya banyak yang mengeluh, bahkan ada anak yang sama sekali tidak mau memakannya. Tiba-tiba dia menyampaikan sebuah kalimat yang bahkan tidak pernah terpikirkan sama sekali dibenakku,
“Teman-teman, buah jambu biji adalah salah satu nikmat dari Allah. Kita harus mensyukuri nikmat yang sudah Allah berikan kepada kita dan salah satu caranya yaitu dengan memakan dan menghabiskannya.”
MasyaAllah…!
Anak perempuan itu membuatku berdecak kagum. Anak usia 7 tahun itu tahu betul arti bersyukur atas segala nikmat yang sudah Allah berikan. Seperti yang kita tahu, kebanyakan anak usia 7 tahun masih sering pilah-pilih makanan bahkan banyak di antara mereka yang masih suka membuang makanan yang mereka anggap tidak enak.
Kalimat itu membuat teman-teman lainnya, bahkan juga aku, sadar. Akhirnya teman-teman lainnya berusaha menghabiskan buah yang sudah mereka ambil walaupun dengan waktu yang cukup lama.
Nah itulah sedikit cerita yang ku alami hari ini. Aku bersyukur Allah telah pertemukanku dengan anak-anak di SD Al Biruni yang luar biasa. Justru bukan mereka yang banyak belajar dariku tapi aku lah yang banyak belajar dari mereka.
♡
Tentang Bersyukur: Buah Jambu Biji
No comments:
Post a Comment