✅TANYA JAWAB SEPUTAR NIKAH
Tanya:
Asslkm ustadz, saya mau tanya apakah boleh menikahi akhwat sekampus?
Jawab :
Wa'alaikummussalam.. Hukum menikahi akhwat sekampus adalah haram.
Maksimal menikahi 4 orang akhwat, kalau sekampus terlalu banyak, sekian.
Tempatnya berbagi broadcast (bc) aplikasi chatting seperti BBM, Whatsapp, Line dll ataupun medsos.
Dec 31, 2014
Cerita Renungan Saat Sakaratul Maut: Andaikata
Seperti yang telah biasa dilakukan oleh Rasulullah ketika salah satu sahabatnya meninggal dunia, Rasulullah mengantar jenazahnya sampai ke kuburan. Dan pada saat pulang, disempatkannya singgah untuk menghibur dan menenangkan keluarga almarhum supaya tetap bersabar dan tawakal menerima musibah itu. Kemudian Rasulullah berkata, "Tidakkah almarhum mengucapkan wasiat sebelum wafatnya ?"
Istrinya menjawab, "Saya mendengar dia mengatakan sesuatu diantara dengkur nafasnya yang tersengal-sengal menjelang ajal"
"Apa yang di katakannya ?"
"Saya tidak tahu, ya Rasulullah, apakah ucapannya itu sekedar rintihan sebelum mati, ataukah pekikan pedih karena dasyatnya sakaratul maut. Hanya saja, ucapannya memang sulit dipahami lantaran merupakan kalimat yang terpotong-potong".
"Bagaimana bunyinya ?" desak Rasulullah.
Istri yang setia itu menjawab,"Suami saya mengatakan : 'Andaikata lebih panjang lagi....andaikata yang masih baru....andaikata semuanya....' hanya itulah yang tertangkap sehingga kami bingung dibuatnya. Apakah perkataan-perkataan itu igauan dalam keadaan tidak sadar, ataukah pesan-pesan yang tidak selesai ?"
Rasulullah tersenyum, "Sungguh yang diucapkan suamimu itu tidak keliru," ujarnya.
Kisahnya begini, pada suatu hari ia sedang bergegas pergi ke Masjid hendak melaksanakan shalat jum'at. Ditengah jalan, ia berjumpa dengan orang buta yang bertujuan sama. Si buta itu tersaruk-saruk karena tidak ada yang menuntun. Maka suamimu yang membimbingnya hingga tiba di Masjid. Tatkala hendak menghembuskan nafas terakhirnya, ia menyaksikan pahala amal sholehnya itu, lalu iapun berkata "Andaikan lebih panjang lagi". Maksudnya, andaikata jalan ke Masjid itu lebih panjang lagi, pasti pahalanyalebih besar pula.
"Ucapan lainnya, ya Rasulullah ?" tanya sang istri mulai tertarik.
Nabi menjawab, "Adapun ucapannya yang kedua, yaitu tatkala ia melihat hasil perbuatannya yang lain. Sebab pada hari berikutnya, waktu ia pergi ke Masjid pagi-pagi, sedangkan saat itu cuaca sangat dingin sekali, di tepi jalan ia melihat seorang lelaki tua yang tengah duduk menggigil, hampir mati kedinginan. Kebetulan suamimu membawa sebuah mantel baru, selain yang dipakainya. Maka ia mencopot mantelnya yang lama, dan kemudian diberikannya kepada lelaki tersebut. Sedangkan mantelnya yang baru itu dipakainya sendiri. Menjelang saat-saat terakhirnya, suamimu melihat balasan amal kebajikannya itu sehingga ia pun menyesal dan berkata, 'Coba andaikan yang kuberikan kepadanya adalah mantelku yang baru dan bukan mantelku yang lama, pasti pahalaku jauh lebih besar lagi". Itulah yang dikatakan suamimu selengkapnya.
"Kemudian, ucapannya yang ketiga, apa maksudnya ya Rasulullah ?" tanya sang istri semakin ingin tahu.
Dengan sabar Nabi menjelaskan, "Ingatkah kamu pada suatu ketika suamimu datang dalam keadaan sangat lapar dan meminta disediakan makanan ? Engkau menghidangkan sepotong roti yang telah dicampur dengan daging. Namun, tatkala hendak makan, tiba-tiba seorang musafir (orang yang sedang mengadakan perjalanan) mengetuk pintu dan meminta makanan. Suamimu lantas membagi rotinya menjadi dua potong, yang sebelah diberikan kepada musafir itu. Dengan demikian, pada waktu suamimu akan nazak (sakaratul maut), ia menyaksikan betapa besarnya pahala dari amalannya itu. Karenanya, ia pun menyesal dan berkata, 'Kalau aku tahu begini hasilnya, musafir itu tidak hanya kuberi separoh. Sebab andaikata semuanya kuberikan kepadanya, sudah pasti ganjaranku akan berlipat ganda'".
Memang begitulah keadilan Allah. Pada hakekatnya, apabila kita berbuat baik sebetulnya kita juga yang akan beruntung, bukan orang lain. Lantaran, segala tindak-tanduk kita tidak lepas dari penilaian Allah. Sama halnya jika kita berbuat buruk, akibatnya juga akan menimpa kita diri kita sendiri. Karena itulah Allah mengingatkan : "Kalau kamu berbuat baik, sebetulnya kamu berbuat baik untuk dirimu. Dan jika kamu berbuat buruk, berarti kamu telah berbuat buruk atas dirimu pula". (Surat Al Isra' : 7)
Istrinya menjawab, "Saya mendengar dia mengatakan sesuatu diantara dengkur nafasnya yang tersengal-sengal menjelang ajal"
"Apa yang di katakannya ?"
"Saya tidak tahu, ya Rasulullah, apakah ucapannya itu sekedar rintihan sebelum mati, ataukah pekikan pedih karena dasyatnya sakaratul maut. Hanya saja, ucapannya memang sulit dipahami lantaran merupakan kalimat yang terpotong-potong".
"Bagaimana bunyinya ?" desak Rasulullah.
Istri yang setia itu menjawab,"Suami saya mengatakan : 'Andaikata lebih panjang lagi....andaikata yang masih baru....andaikata semuanya....' hanya itulah yang tertangkap sehingga kami bingung dibuatnya. Apakah perkataan-perkataan itu igauan dalam keadaan tidak sadar, ataukah pesan-pesan yang tidak selesai ?"
Rasulullah tersenyum, "Sungguh yang diucapkan suamimu itu tidak keliru," ujarnya.
Kisahnya begini, pada suatu hari ia sedang bergegas pergi ke Masjid hendak melaksanakan shalat jum'at. Ditengah jalan, ia berjumpa dengan orang buta yang bertujuan sama. Si buta itu tersaruk-saruk karena tidak ada yang menuntun. Maka suamimu yang membimbingnya hingga tiba di Masjid. Tatkala hendak menghembuskan nafas terakhirnya, ia menyaksikan pahala amal sholehnya itu, lalu iapun berkata "Andaikan lebih panjang lagi". Maksudnya, andaikata jalan ke Masjid itu lebih panjang lagi, pasti pahalanyalebih besar pula.
"Ucapan lainnya, ya Rasulullah ?" tanya sang istri mulai tertarik.
Nabi menjawab, "Adapun ucapannya yang kedua, yaitu tatkala ia melihat hasil perbuatannya yang lain. Sebab pada hari berikutnya, waktu ia pergi ke Masjid pagi-pagi, sedangkan saat itu cuaca sangat dingin sekali, di tepi jalan ia melihat seorang lelaki tua yang tengah duduk menggigil, hampir mati kedinginan. Kebetulan suamimu membawa sebuah mantel baru, selain yang dipakainya. Maka ia mencopot mantelnya yang lama, dan kemudian diberikannya kepada lelaki tersebut. Sedangkan mantelnya yang baru itu dipakainya sendiri. Menjelang saat-saat terakhirnya, suamimu melihat balasan amal kebajikannya itu sehingga ia pun menyesal dan berkata, 'Coba andaikan yang kuberikan kepadanya adalah mantelku yang baru dan bukan mantelku yang lama, pasti pahalaku jauh lebih besar lagi". Itulah yang dikatakan suamimu selengkapnya.
"Kemudian, ucapannya yang ketiga, apa maksudnya ya Rasulullah ?" tanya sang istri semakin ingin tahu.
Dengan sabar Nabi menjelaskan, "Ingatkah kamu pada suatu ketika suamimu datang dalam keadaan sangat lapar dan meminta disediakan makanan ? Engkau menghidangkan sepotong roti yang telah dicampur dengan daging. Namun, tatkala hendak makan, tiba-tiba seorang musafir (orang yang sedang mengadakan perjalanan) mengetuk pintu dan meminta makanan. Suamimu lantas membagi rotinya menjadi dua potong, yang sebelah diberikan kepada musafir itu. Dengan demikian, pada waktu suamimu akan nazak (sakaratul maut), ia menyaksikan betapa besarnya pahala dari amalannya itu. Karenanya, ia pun menyesal dan berkata, 'Kalau aku tahu begini hasilnya, musafir itu tidak hanya kuberi separoh. Sebab andaikata semuanya kuberikan kepadanya, sudah pasti ganjaranku akan berlipat ganda'".
Memang begitulah keadilan Allah. Pada hakekatnya, apabila kita berbuat baik sebetulnya kita juga yang akan beruntung, bukan orang lain. Lantaran, segala tindak-tanduk kita tidak lepas dari penilaian Allah. Sama halnya jika kita berbuat buruk, akibatnya juga akan menimpa kita diri kita sendiri. Karena itulah Allah mengingatkan : "Kalau kamu berbuat baik, sebetulnya kamu berbuat baik untuk dirimu. Dan jika kamu berbuat buruk, berarti kamu telah berbuat buruk atas dirimu pula". (Surat Al Isra' : 7)
Dec 30, 2014
Jadwal Kegiatan Malam Tahun Baru
Kegiatan Malam Tahun Baru 2015 Di Masjid Agung At-Tin
Bagi anda yang lagi bingung untuk mengisi acara malam tahun baru 2015, sebaiknya isilah malam tahun baru dengan kegiatan yang bermanfaat yaitu di Masjid Agung At-Tin. Di sini setiap pergantian tahun baru selalu dilaksanakan kegiatan Dzikir Nasional yang diselenggarakan oleh Harian Republika bekerjasama dengan Masjid Agung At-Tin.
Nah, pada malam tahun baru 2015 ini, kegiatan Dzikir Nasional akan berlangsung dengan semarak karena bekerjasama dengan Darul Qur’an Pimpinan Ust.Yusuf Mansur, ODOJ (One Day One Juz), menghadirkan santri tahfidz dari Ghaza, Mamah Dedeh dan masih banyak lagi yang lainnya.
Jadi, bagi anda yang belum menentukan acara malam tahun baru 2015 ini, datanglah ke Masjid Agung At-Tin. Acara Dzikir Nasional ini akan berlangsung pada hari Rabu, 31 Desember 2014. Adapun Rundown acaranya meliputi :
10.00 – 12.00 Kegiatan Donor Darah
12.00 – 12.30 Shalat Dzuhur
12.30 – 13.30 Khataman Qur’an oleh Tim ODOJ
13.30 – 15.00 Talk Show bersama Ketua Umum Komunitas One Day One Juz
15.25 – 14.45 Shalat Ashar
15.45 – 17.15 Mutiara Hikmah bersama Mamah Dedeh
18.12 – 18.32 Shalat Magrib
18.32 – 19.27 Sholawat Nabi bersama 50 santri PPPA Darul Qur’an, dipimpin oleh Syakir Daulay
19.27 – 19.42 Shalat Isya
19.42 – 19.47 Opening MC
19.47 – 19.57 Pembacaan Tilawah oleh Syafril Mode (santri hafidz 30 Juz)
19.57 – 20.07 Sambutan -sambutan
20.07 – 20.37 Ceramah 1 oleh Bapak Anies Rasyid Baswedan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI
20.37 – 21.07 Ceramah 2 oleh KH. Hasyim Muzadi
21.07 – 21.37 Ceramah 3 oleh Haedar Nashir
21.37 – 21.57 Tahfidz Ghaza —>> Salim, Hussein dan Umar
21.57 – 22.37 Ceramah 4 oleh Ust. H. Yusuf Mansur
22.37 – 23.07 Ceramah 5 oleh Erick Yusuf
23.07 – 23.52 Dzikir bersama 100 santri tahfidz qur’an di pimpin oleh KH. Ahmad Jameel
23.52 – 00.32 Ceramah 6 oleh Ust. Tengku Zulkarnain
00.32 – 02.00 istirahat
02.00 – 02.30 Tilawah murottal oleh tim ODOJ
02.30 – 04.00 Qiyamullail dan Muhasabah oleh Ust. Mufti Syafi’i, Lc, Spd.I, Al-Hafidz
Acara ini bertajuk “Dzikir Nasional dan Peringatan Maulid Nabi Saw, bagi anda yang punya luang waktu dan ingin mengisi pergantian tahun baru dengan kegiatan yang bermanfaat..yuuuk datang ke Masjid Agung At-Tin, pasti seru karena di areal luarnya juga diadakan berbagai macam stand bazar..
semoga bermanfaat.
Dari pada ikut Jakarta Festival Night mending ikut Jakarta Ruhiyah Night (baca: Mabit di Masjid At tin)
Bagi anda yang lagi bingung untuk mengisi acara malam tahun baru 2015, sebaiknya isilah malam tahun baru dengan kegiatan yang bermanfaat yaitu di Masjid Agung At-Tin. Di sini setiap pergantian tahun baru selalu dilaksanakan kegiatan Dzikir Nasional yang diselenggarakan oleh Harian Republika bekerjasama dengan Masjid Agung At-Tin.
Nah, pada malam tahun baru 2015 ini, kegiatan Dzikir Nasional akan berlangsung dengan semarak karena bekerjasama dengan Darul Qur’an Pimpinan Ust.Yusuf Mansur, ODOJ (One Day One Juz), menghadirkan santri tahfidz dari Ghaza, Mamah Dedeh dan masih banyak lagi yang lainnya.
Jadi, bagi anda yang belum menentukan acara malam tahun baru 2015 ini, datanglah ke Masjid Agung At-Tin. Acara Dzikir Nasional ini akan berlangsung pada hari Rabu, 31 Desember 2014. Adapun Rundown acaranya meliputi :
10.00 – 12.00 Kegiatan Donor Darah
12.00 – 12.30 Shalat Dzuhur
12.30 – 13.30 Khataman Qur’an oleh Tim ODOJ
13.30 – 15.00 Talk Show bersama Ketua Umum Komunitas One Day One Juz
15.25 – 14.45 Shalat Ashar
15.45 – 17.15 Mutiara Hikmah bersama Mamah Dedeh
18.12 – 18.32 Shalat Magrib
18.32 – 19.27 Sholawat Nabi bersama 50 santri PPPA Darul Qur’an, dipimpin oleh Syakir Daulay
19.27 – 19.42 Shalat Isya
19.42 – 19.47 Opening MC
19.47 – 19.57 Pembacaan Tilawah oleh Syafril Mode (santri hafidz 30 Juz)
19.57 – 20.07 Sambutan -sambutan
20.07 – 20.37 Ceramah 1 oleh Bapak Anies Rasyid Baswedan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI
20.37 – 21.07 Ceramah 2 oleh KH. Hasyim Muzadi
21.07 – 21.37 Ceramah 3 oleh Haedar Nashir
21.37 – 21.57 Tahfidz Ghaza —>> Salim, Hussein dan Umar
21.57 – 22.37 Ceramah 4 oleh Ust. H. Yusuf Mansur
22.37 – 23.07 Ceramah 5 oleh Erick Yusuf
23.07 – 23.52 Dzikir bersama 100 santri tahfidz qur’an di pimpin oleh KH. Ahmad Jameel
23.52 – 00.32 Ceramah 6 oleh Ust. Tengku Zulkarnain
00.32 – 02.00 istirahat
02.00 – 02.30 Tilawah murottal oleh tim ODOJ
02.30 – 04.00 Qiyamullail dan Muhasabah oleh Ust. Mufti Syafi’i, Lc, Spd.I, Al-Hafidz
Acara ini bertajuk “Dzikir Nasional dan Peringatan Maulid Nabi Saw, bagi anda yang punya luang waktu dan ingin mengisi pergantian tahun baru dengan kegiatan yang bermanfaat..yuuuk datang ke Masjid Agung At-Tin, pasti seru karena di areal luarnya juga diadakan berbagai macam stand bazar..
semoga bermanfaat.
Dari pada ikut Jakarta Festival Night mending ikut Jakarta Ruhiyah Night (baca: Mabit di Masjid At tin)
Pelajaran Penting Tentang Mati
Inilah di antara tulisan terbaik Syekh Ali Thanthawi Mesir Rahimahullah:
Pada saat engkau mati, janganlah kau bersedih. Jangan pedulikan jasadmu yang sudah mulai layu, karena kaum muslimin akan mengurus jasadmu.
Mereka akan melucuti pakaianmu, memandikanmu dan mengkafanimu lalu membawamu ke tempatmu yang baru, kuburan.
Akan banyak orang yang mengantarkan jenazahmu bahkan mereka akan meninggalkan pekerjaannya untuk ikut menguburkanmu. Dan mungkin banyak yang sudah tidak lagi memikirkan nasihatmu pada suatu hari.....
Barang barangmu akan dikemas; kunci kuncimu, kitab, koper, sepatu dan pakaianmu. Jika keluargamu setuju barang2 itu akan disedekahkan agar bermnfaat untukmu.
Yakinlah; dunia dan alam semesta tidak akan bersedih dg kepergianmu.
Ekonomi akan tetap berlangsung!
Posisi pekerjaanmu akan diisi orang lain.
Hartamu menjadi harta halal bagi ahli warismu. Sedangkan kamu yg akan dihisab dan diperhitungkan untuk yang kecil dan yang besar dari hartamu!
Kesedihan atasmu ada 3;
Orang yg mengenalmu sekilas akan mengatakan, kasihan.
Kawan2mu akan bersedih beberapa jam atau beberapa hari lalu mereka kembali seperti sediakala dan tertawa tawa!
Di rumah ada kesedihan yg mendalam! Keluargamu akan bersedih seminggu dua minggu, sebulan dua bulan, dan mungkin hingga setahun??
Selanjutnya mereka meletakkanmu dalam arsip kenangan!
Demikianlah "Kisahmu telah berakhir di tengah2 manusia".
Dan kisahmu yang sesungguhnya baru dimulai, Akhirat!!
Telah musnah kemuliaan, harta, kesehatan, dan anak.
Telah engkau tinggalkan rumah, istana dan istri tercinta.
Kini hidup yg sesungguhnya telah dimulai.
Pertanyaannya adalah:
Apa persiapanmu untuk kuburmu dan Akhiratmu??
Hakikat ini memerlukan perenungan.
Usahakan dengan sungguh2;
Menjalankan kewajiban kewajiban,
hal-hal yg disunnahkan,
sedekah rahasia,
merahasiakan amal shalih,
shalat malam,
Semoga saja engkau selamat.
Andai engkau mengingatkan manusia dengan tulisan ini insyaAllah pengaruhnya akan engkau temui dalam timbangan kebaikanmu pada hari Kiamat. "Berilah peringatan, karena peringatan itu bermanfaat bagi orang orang mukmin"
(Diterjemahkan oleh Ust. Ainul Haris, semoga Allah mengampuninya)
Pada saat engkau mati, janganlah kau bersedih. Jangan pedulikan jasadmu yang sudah mulai layu, karena kaum muslimin akan mengurus jasadmu.
Mereka akan melucuti pakaianmu, memandikanmu dan mengkafanimu lalu membawamu ke tempatmu yang baru, kuburan.
Akan banyak orang yang mengantarkan jenazahmu bahkan mereka akan meninggalkan pekerjaannya untuk ikut menguburkanmu. Dan mungkin banyak yang sudah tidak lagi memikirkan nasihatmu pada suatu hari.....
Barang barangmu akan dikemas; kunci kuncimu, kitab, koper, sepatu dan pakaianmu. Jika keluargamu setuju barang2 itu akan disedekahkan agar bermnfaat untukmu.
Yakinlah; dunia dan alam semesta tidak akan bersedih dg kepergianmu.
Ekonomi akan tetap berlangsung!
Posisi pekerjaanmu akan diisi orang lain.
Hartamu menjadi harta halal bagi ahli warismu. Sedangkan kamu yg akan dihisab dan diperhitungkan untuk yang kecil dan yang besar dari hartamu!
Kesedihan atasmu ada 3;
Orang yg mengenalmu sekilas akan mengatakan, kasihan.
Kawan2mu akan bersedih beberapa jam atau beberapa hari lalu mereka kembali seperti sediakala dan tertawa tawa!
Di rumah ada kesedihan yg mendalam! Keluargamu akan bersedih seminggu dua minggu, sebulan dua bulan, dan mungkin hingga setahun??
Selanjutnya mereka meletakkanmu dalam arsip kenangan!
Demikianlah "Kisahmu telah berakhir di tengah2 manusia".
Dan kisahmu yang sesungguhnya baru dimulai, Akhirat!!
Telah musnah kemuliaan, harta, kesehatan, dan anak.
Telah engkau tinggalkan rumah, istana dan istri tercinta.
Kini hidup yg sesungguhnya telah dimulai.
Pertanyaannya adalah:
Apa persiapanmu untuk kuburmu dan Akhiratmu??
Hakikat ini memerlukan perenungan.
Usahakan dengan sungguh2;
Menjalankan kewajiban kewajiban,
hal-hal yg disunnahkan,
sedekah rahasia,
merahasiakan amal shalih,
shalat malam,
Semoga saja engkau selamat.
Andai engkau mengingatkan manusia dengan tulisan ini insyaAllah pengaruhnya akan engkau temui dalam timbangan kebaikanmu pada hari Kiamat. "Berilah peringatan, karena peringatan itu bermanfaat bagi orang orang mukmin"
(Diterjemahkan oleh Ust. Ainul Haris, semoga Allah mengampuninya)
Dec 29, 2014
Tanya Jawab Seputar Nikah (Bag III)
✅TANYA JAWAB SEPUTAR NIKAH
Tanya:
Aslm ust. Apa hukum nikah dengan akhwat yang masih kuliah?
Jawab :
Wa'alaikummussalam.. Hukumnya makruh. Lebih baik selesaikan dahulu kuliahnya, atau pas jam istirahat agar
tidak mengganggu mahasiswa lain dan dosen.
Sekian.
Tanya:
Aslm ust. Apa hukum nikah dengan akhwat yang masih kuliah?
Jawab :
Wa'alaikummussalam.. Hukumnya makruh. Lebih baik selesaikan dahulu kuliahnya, atau pas jam istirahat agar
tidak mengganggu mahasiswa lain dan dosen.
Sekian.
Subscribe to:
Posts (Atom)