Sep 20, 2015

Humor Santri: Kulit Ketemu Kulit

Di sebuah pondok pesantren, ada seorang santri yang terkenal usil suka membuat ulah, namanya Qomar. Dia seorang abdi dalem di pesantren, sehingga bebas keluar masuk rumah pak Kyai, dapur pondok bahkan pesantren putri yang bergandengan dengan rumah sang Kyai.


Pada suatu hari, Qomar menyembunyikan sepasang sandal Kyai. Ketika Kyai keluar kamar hendak mengajar, Ia pun bertanya pada Qomar yang kebetulan melintas di depannya.


Pak Kyai: “Mar, lihat sandal abah tidak ?”

Qomar: “Tadi saya lihat dibawa sama Siti anak santri putri Bah..”

Pak Kyai: “Qomar, tolong ambilkan sandalnya di Siti ya!”


Si Qomar pun bergegas menemui siti di dapur pondok putri.


Qomar: “Sit, aku disuruh Abah nyium kamu, boleh gak ?”

Siti: “Gak boleh…!!.”

Qomar: “Gak boleh Bah. . .” teriak Qomar ke arah Kyai

Pak Kyai: “Kasihkan dong siti. . .” sahut Kiai

Qomar: “Tuh denger sendiri kan ?”


Siti pun memberikan pipi kanannya.


Qomar: “Yang kirinya juga dong…!!”

Siti: “Ga boleh.!!”

Qomar: “Cuma dikasih sebelah Kyai..!! teriaknya lagi.

Pak Kyai: “Kasih semuanya dong Siti…!!”


Sitipun memberikan pipi kirinya.


Sejurus kemudian, Qomar pun langsung menuju sendal yang telah dia sembunyikan sebelumnya, mengambil dan menyerahkan pada Kyai.


Tak lama kemudian, ibu Nyai pulang dari pasar sambil membawa tentengan beberapa ikat buah durian. Dan betapa kaget ibu Nyai melihat Siti yang sedang menangis di pojokan dapur.


Ibu Nyai: “Siti… kenapa kamu kok nangis begitu…?

Siti: ” Abis dicium Qomar” terang Siti kepada Nyai.

Ibu Nyai: “Kurang ajar si Qomar” ketus Nyai

“Panggil si Qomar..!!” perintah Nyai kepada santri


Tak lama kemudian Qomar pun datang


Ibu Nyai: “Qomar..!! apa benar tadi kamu nyium si Siti?”

Qomar: “Iya.. Nyai. Cuma sedikit Nyai. Lagian kulit ketemu kulit ja nangis”


Plaaaak…!!


Tanpa basa-basi tentengan buah durian di tangan Nyai pun berpindah mendarat di pipi Qomar. Karena merasa kesakitan, si Qomar pun menangis.


Kemudian tak lama Kiai pun datang.


Pak Kiai: “Ada apa ini, kenapa juga si Qomar kok nangis segala?” tanya Kiai yang merasa heran dengan keadaan.

Qomar: “Di hantam durian sama Nyai, Kiai” terang Qomar pada Kiai.

Pak Kiai: “Apa benar nyai?” tanya Kiai.

Ibu Nyai: “Qomar ini kurang ajar, sudah berani nyium Siti” tutur Nyai.

Pak Kyai : “Apa benar mar?” tanya Kyai

Qomar: “Iya… Kyai”

Pak Kiai: “Oalah… kamu ini ya aneh Mar, kulit ketemu kulit ja nangis…!?



Humor Santri: Kulit Ketemu Kulit

No comments:

Post a Comment